Showing posts with label obyek. Show all posts
Showing posts with label obyek. Show all posts

Wednesday, March 7, 2018

Obyek Wisata Petik Cabe di Solo

Inilah obyek wisata private, milik pribadi
yakni Wisata Petik Cabe
Tepatnya di Colomadu, Solo, Jawa Tengah

 
depan rumah Mas Kuprit

Adalah Mas Wahyu Liz Adaideaja (Mas Kuprit), Founder dan Pengelola Obyek Wisata ini
Ditemui tim IntipSolo, Mas Wahyu Liz sedang memetik Cabe

Berikut petikan cabe-nya masuk video lho



Obyek wisata model swadaya ini bisa diada-adakan sendiri di rumah masing-masing


PILKADA
Lalu Apa kaitan antara Wisata Petik Cabe dengan Pilkada?



Konon, menurut Remaja Millenial yang dikenal dengan sebutan Mas Kuprit ini, di Pilkada nanti kita mengenal yang namanya CaLeg,

Sama seperti Wisata Cabe, caleg artinya Cabe-nya diuleg


Setelah diuleg jadilah SambeL Pedes

Seorang Pemimpin harus tahan kritik pedes, lalu dengarkan saran dari rakyat, dan laksanakan sesuai dengan amanat rakyat 




Semoga Mengharukan



 
Kontak Langsung Mas Kuprit
klik tombol berikut:


Friday, January 13, 2017

Tentang Intip Solo

intipsolo
Portal yang akan mengajak anda tourtawa
gerrsama TourGuide Gelem Ora-Ora, Mas Wahyu Liz Adaideaja (ayah Kuprit)



Nama INTIP diambil dari nama camilan khas Kota Solo
Yakni kerak yang tertinggal saat menanak nasi. Yang -setelah diolah- rasanya Yummy tur Tasty

Mengintip isinya Kota Solo
Portal intipsolo menyajikan:

  • Obyek Wisata
  • Kuliner
  • Pemandangan Alam
  • Budaya
Sampai ke lokasi hang out modern.

Yang tentunya akan memberikan anda INTIP (INspirasi kreaTiP) dan ide-ide otentik untuk keperluan Having Fun, Studi, sampai ke Bisnis.

Lengkap
Menghibur yang suka ngintip dengan Gaya Plesetan
dari sudut pandang yang berbeda dari portal informasi lainnya.



Instagram: adaideaja
Line@ : @adaideaja
085728309759

Tuesday, December 6, 2016

Tahura Sukuh

Tahura Taman Hutan Raya


Obyek Penelitian dan Wisata
Termasuk ke dalam golongan Wisata Nabati

Konon bisa outbond juga dan ada jalur khusus menuju puncak lawu.
Lokasi Tahura di seputaran Candi Sukuh, Karanganyar, sekitar 90 menit dari pusat Kota Solo

Monday, December 5, 2016

Jurugsic Park

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ)


Termasuk kedalam Obyek Wisata Hewani di Kota Solo
Dulunya adalah bonraja, kebon tempat menyimpan binatang kelangenan (peliharaan yang disayang-sayang) oleh Sang Raja.

ini di dalam kompleks Taman Jurug

Kemudian, Taman Satwa Taru Jurug dibuka untuk umum.
isinya adalah koleksi binatang, dari binatang yang takpernah kotor,
yakni Gajah, Gajahlah Kebersihan hingga binatang yang demen silaturahmi, yakni Macan.
Macan tak Macan Asal Kumpul.

Lokasinya di dalam kota, agak kepinggir, deket kampus UNS.

tiket masuk TSTJ

Saat artikel ini ditulis, harga tiketnya masih Rp 12.000,-


Di Dalamnya juga lengkap ada pedagang warung makan dan Souvenir

Lebih jauh tentang Taman Satwa Taru Jurug atau diberi nama ala Kuprit sebagai JurugsicPark, silahkan tengok web www.jurugsicpark.com

Saturday, December 3, 2016

hiK







HIK

Kalau di Jogja namanya Angkringan
Tempat makan dan wedangan murah berkualitas.
Nasi Kucing, Wedang Jahe, Teh, Kopi, aneka gorengan, sambil ngobrol, atau mendengarkan obrolan orang.

Menurut asumsi Saya, kata Hik mengacu pada suara orang kekenyangan (jadi
sendawa: sendaugurau dan ketawa)
“Hiiiiikgh... hik.. hik..hik”


Hik tersebar random di seluruh penjuru Kota Solo, pokoknya Hikly Recommended

Friday, December 2, 2016

TimLo Solo



Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 memisahkan Solo dengan Jogja

Akibatnya, yang satu Solo Karir, satunya lagi..
seYogyanya juga berkarir
Masing-masing berdiri mengurusi negeri-nya sendiri.

Di Solo muncul makanan khas yakni TimLo
Mungkin dari penggalan kalimat:
    "kita ini satu Tim Lo, jangan bercerai berai”
Disimbolkan dengan telur, yang dibelah.

Konon, di Jogja kemudian muncul yang khas juga,
bedanya.. telurnya tidak dibelah.
Lantas orang menyebutnya Good egg (Yu Djum)


****

TimLo semacam sup, terdiri dari rangkaian bahan dengan konfigurasi sempurna saling menguatkan citarasa.

Moral, jadi enak kalau sadar kita itu satu tim, tidak berpecah belah
Karena Kita, Indonesia.


(WLA, 2016)