Showing posts with label khas. Show all posts
Showing posts with label khas. Show all posts

Sunday, December 4, 2016

Serabi Notosuman



Solo jadi tujuan Wisata Kuliner. Kata Kuliner mungkin dekat makna dengan kata Cool Inert (keren dari dalam).

Dari dalam lingkungan Keraton, hingga menyebar ke masyarakat-nya.
Lengkap, olahan aseli pribumi, atau pengaruh budaya Belanda.
Dan tentunya ada pula sentuhan citarasa ala Masyarakat TiongHoa.

Contohnya Serabi Notosuman.
Pertama dipopulerkan oleh pasangan Hoo Geng Hok dan Tan Giok La di Wilayah Notokusuman (disingkat menjadi Notosuman).

Kemudian turun-temurun sampai saat ini generasi ke-4, dengan rasa yang tidak berubah dari awal masa-nya hingga sekarang.

Saturday, December 3, 2016

hiK







HIK

Kalau di Jogja namanya Angkringan
Tempat makan dan wedangan murah berkualitas.
Nasi Kucing, Wedang Jahe, Teh, Kopi, aneka gorengan, sambil ngobrol, atau mendengarkan obrolan orang.

Menurut asumsi Saya, kata Hik mengacu pada suara orang kekenyangan (jadi
sendawa: sendaugurau dan ketawa)
“Hiiiiikgh... hik.. hik..hik”


Hik tersebar random di seluruh penjuru Kota Solo, pokoknya Hikly Recommended